Diet Mediterania vs DASH: Mana yang Lebih Efektif untuk Jantung dan Tekanan Darah
Loves Diet – Perbedaan Diet Mediterania dan DASH sering bikin orang bingung, karena dua-duanya sama-sama dianggap “diet sehat” yang direkomendasikan banyak ahli. Namun, kalau kamu perhatikan lebih dalam, keduanya punya tujuan utama yang sedikit berbeda. Diet Mediterania lebih seperti gaya hidup makan ala negara-negara sekitar Laut Mediterania, sementara DASH lebih terasa seperti “program” yang dirancang khusus untuk menurunkan tekanan darah. Jadi, meskipun mirip di permukaan, cara mainnya beda.
Diet Mediterania Lebih Fleksibel dan Berasa Seperti Gaya Hidup
Perbedaan Diet Mediterania dan DASH paling terasa dari suasananya. Diet Mediterania itu terasa lebih santai, seolah kamu sedang makan enak di rumah dengan menu sederhana, tapi kaya rasa. Polanya fokus pada sayur, buah, kacang-kacangan, ikan, minyak zaitun, serta biji-bijian utuh. Selain itu, diet ini juga identik dengan kebiasaan makan perlahan, menikmati makanan, dan tetap aktif bergerak. Menurut saya, inilah alasan diet ini sering terasa lebih “manusiawi” dan gampang dipertahankan.
“Baca Juga : Resep Es Pisang Ijo Makassar: Lezat, Gurih, dan Segar“
DASH Lebih Terstruktur Karena Fokus Utamanya Tekanan Darah
Perbedaan Diet Mediterania dan DASH berikutnya adalah tujuan utamanya. DASH adalah singkatan dari Dietary Approaches to Stop Hypertension. Jadi, dari namanya saja sudah jelas: diet ini dibuat untuk membantu menurunkan tekanan darah. Polanya menekankan konsumsi buah, sayur, biji-bijian, protein tanpa lemak, dan produk susu rendah lemak. Namun, yang paling penting, DASH sangat menekankan pembatasan garam. Jadi kalau kamu tipe yang suka makanan asin, DASH akan terasa lebih “ketat”.
Minyak Zaitun Jadi Ikon Mediterania, Sedangkan DASH Tidak Terlalu Menonjolkan Lemak Sehat
Perbedaan Diet Mediterania dan DASH juga bisa dilihat dari lemak. Diet Mediterania sangat identik dengan minyak zaitun sebagai sumber lemak utama. Lemak ini dianggap membantu kesehatan jantung karena kandungan lemak tak jenuhnya tinggi. Sementara itu, DASH lebih netral soal lemak. DASH tetap mendukung lemak sehat, tetapi tidak menonjolkan satu jenis minyak tertentu sebagai “bintang utama”. Jadi, Mediterania lebih terasa khas, sedangkan DASH lebih seperti panduan gizi umum yang aman.
DASH Lebih Ketat Soal Garam, Mediterania Lebih Fokus ke Kualitas Makanan
Perbedaan Diet Mediterania dan DASH yang paling besar ada di urusan natrium. DASH secara spesifik membatasi natrium harian, karena ini kunci untuk menurunkan tekanan darah. Sementara itu, diet Mediterania lebih menekankan kualitas makanan segar, sehingga secara alami garamnya cenderung lebih rendah. Jadi, DASH itu seperti kamu punya “rem” yang jelas, sedangkan Mediterania seperti kamu diarahkan untuk memilih makanan yang lebih baik tanpa harus menghitung garam setiap saat.
“Baca Juga : Mentai Rice dan Dimsum Mentai, Nikmatnya Saus Bakar“
Protein di Mediterania Lebih Banyak dari Ikan, DASH Lebih Seimbang
Perbedaan Diet Mediterania dan DASH juga tampak pada sumber protein. Mediterania lebih sering menempatkan ikan sebagai protein utama, terutama ikan berlemak seperti salmon, sarden, atau tuna. Selain itu, kacang-kacangan juga jadi sumber protein yang penting. Sedangkan DASH lebih seimbang, karena tetap memasukkan ayam tanpa kulit, ikan, kacang-kacangan, dan sedikit daging merah. Jadi, kalau kamu tidak terlalu suka ikan, DASH biasanya lebih mudah diikuti.
Produk Susu Lebih Ditekankan di DASH Dibanding Mediterania
Perbedaan Diet Mediterania dan DASH juga ada di susu. DASH mendorong konsumsi susu rendah lemak atau fat-free sebagai sumber kalsium, kalium, dan protein. Sementara itu, Mediterania tidak terlalu menekankan susu, meskipun tetap ada konsumsi yogurt atau keju dalam jumlah moderat. Jadi, kalau kamu terbiasa minum susu setiap hari, DASH akan terasa lebih cocok.

Leave a Reply